No icon

599 SMA SMK di Jateng dapat bantuan BOP, SPP bulanan lebih ringan

Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP) di Jawa Tengah tahun ini akan diturunkan. Kepala Disdikbud Jateng Gatot Bambang Hastowo mengatakan turunnya biaya SPP ini untuk mewujudkan sekolah murah.

"Kita bertekad menurunkan biaya sekolah. Caranya antara lain dengan mengurangi beban biaya sekolah yang harus ditanggung oleh orang tua," terangnya, Kamis (15/3).

Turunnya SPP itu salah satunya dengan menggelontorkan dana Biaya Operasional Penyelenggaraan (BOP) Pendidikan kepada 234 SMA dan 365 SMK di Jateng.

"Adanya BOP ini, maka saya sudah perintahkan kepada seluruh penanggung jawab satuan pendidikan di bawah naungan Pemprov untuk meninjau ulang Rencana kerja Anggaran Sekolah (RKAS) tahun 2017/2018," ungkapnya.

Selain itu, pemprov juga menyediakan anggaran untuk guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT). Adanya BOP diharapkan mengakhiri sekolah yang menjadi sasaran kritik khususnya menyangkut masalah SPP.

Kepala SMAN 3 Semarang, Wiharto menuturkan penggodokan BOP telah dilakukan sejak lama oleh Disdikbud, termasuk pada 6 Maret lalu dalam Rakor RKAS yang dihadiri oleh 140 pengurus MKKS SMA/SMK se-Jateng serta Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK).

"Instruksi ini kemudian ditindaklanjuti juga dengan perhitungan ulang RKAS, di mana SMAN 3 mendapat dana BOP sebanyak Rp 1.084.770.000 pertahunnya untuk dibagi ke 1.418 siswa," ungkapnya. Jumlah tersebut belum termasuk dana BOP untuk honor GTT dan PTT sejumlah Rp 730.956.000 per tahun.

Wiharto menambahkan, dana BOP berbeda dengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dikucurkan langsung oleh pemerintah pusat. Dana BOS yang diterima satuan pendidikannya sebanyak Rp 1.985.200.000 jika dijumlahkan dengan dana BOP dari Pemprov Jateng maka totalnya Rp 3.800.926.000. Sementara hasil review RKAS, SMAN 3 Semarang tahun 2018 mencapai Rp 5.587.606.000.

"Jumlah tersebut kemudian dikurangi dengan dana BOS dan BOP. Nah sisanya itu sebanyak Rp 1.786.680.000 ditanggung secara gotong royong oleh orang tua siswa yang mampu," tegas Wiharto yang juga kepala MKKS SMA/SMK Kota Semarang itu.

Kekurangan tersebut kemudian dibagi merata oleh orang tua siswa sebanyak 1.418 didapat besaran Rp 1.260.000 yang terbagi selama 12 bulan. Sehingga besaran SPP yang nantinya ditanggung orang tua siswa hanya sebesar Rp 105.000 per siswa per bulan. Sebelumnya orangtua siswa membayar Rp 200.000.

Comment